Tulisan ini saya buat ketika baru saja pulang dari tukang bubur dekat rumah dengan perasaan yang masih galau. Pembicaraan ringan sambil menunggu bubur dihangatkan dengan seorang pria berusia 21 tahun, status menikah dan memiliki seorang anak.
Awalnya basa basi dengan "sendirian aja mba?" yang hanya saya jawab dengan senyuman yang tentu saja tak menjawab apapun. Soalnya rada malas basa basi. Saya ga ngerti apakah wajah saya (*yang ingin sekali saya tulis beraroma indo sayangnya saya batak asli, hehe) memang memiliki daya tarik untuk dijadikan tempat curhat. Mulailah dia bercerita tentang istri, anak dan penghasilannya yang tidak mencukupi selama sebulan. Toh saya hanya mengangguk-angguk saja sambil memperhatikan bubur yang kok ga panas-panas yah.
Setelah curhat si mas menasehati saya "ga usah buru-buru nikah mba.." yang saya jawab dalam hati yayayaya.. Lha wong dia 21 tahun pria sedangkan saya adalah seorang perempuan dewasa (catat ; DEWASA dan jomblo.. halahhh) yang sebentar lagi berusia ke 26, apaaa?? Ga usah buru-buru???. Tapi saya tetap hanya menjawab dengan senyuman sambil melirik curiga ke arah kompor jangan-jangan apinya ga nyala.
Tanduk saya mulai keluar ketika dia bertanya saya agama apa dan mulai berbicara soal agama dan segala hal yang sedang sensitif di negara ini. Pandangan-pandangan sempit yang sering saya dengar namun tidak pernah saya suarakan. Maklum, saya bukan pengamat politik, bukan pemuka agama dan bukan orang yang idealis meski berprinsip. Itu jelasss.. saya kan bukan air, jadi ga mungkin menjalani hidup dengan mengalir apalagi sampai melawan arus. Saya kan nda gila..
Saya dan si mas bubur (saya ganti kata tukang yah) memiliki agama yang berbeda. Tapi ada hal yang ingin saya tekankan disini. Ada begitu banyak agama di dunia ini dan setiap orang meyakini bahwa agamanya yang benar. Bagaimana kita bisa tahu bahwa agama kita yang benar dan agama orang lain adalah salah? Toh ada waktunya nanti kita akan tahu. Jadi tidak ada alasan, sama sekali TIDAK ADA ALASAN bagi setiap orang untuk menyakiti atau menyerang agama lain. Saya pikir semua agama baik. Kalo soal KEYAKINAN itu kan ibaratnya "masalah lo, ini kan hidup lo". Oh come on. Grrrrr.
Saya putus asa dengan orang-orang yang yang membanding-bandingkan (baca : menjelek-jelekkan) banyak agama, mengungkapkan ke email-email bahkan posting ke tempat-tempat yang mudah di akses sehingga membuat resah dan menyakiti penganut lain. Hellooo...
Sekali lagi, saya bukan orang jenius. Bahkan saya ga tau kenapa india dan china tidak masuk top 10 produksi dunia padahal mereka jelas-jelas punya banyak reaktor (btw, apa win jawabannya, heheh??). Mungkin saya hanya sekedar gadis kapanlagi.com yang lebih memperhatikan perkembangan artis-artis dan gosip tanah air ketimbang perkembangan ilmu pengetahuan alam. Tapi saya suka mengganti status FB tiap 5 menit. (apa iniii, melenceng.. melenceng...)
Baiklah.. Mari kita belajar untuk menyampaikan pendapat lebih bijak. Memilih tempat dan memilih kata-kata.. Toh ga ada kok yang harus diperdebatkan. Karena urusan agama saya pikir bersumbu vertikal, jadi ke atas, mengarah ke Tuhan (bener ga sih?? atau horizontal yang ke atas. Gimana sih saya ini, Begini aja kok bisa lupa toh yo.. ).
Jadi mas... sebelum ngurusin saya, ngomong-ngomong udah ada untuk beli susu anakmu belum??. Dan SELAMATTTT..anda baru kehilangan seorang pelanggan malam ini. gambar diambil disini