Beranjak ke usia 26, pernikahan adalah topik yang sangat HOT. Waktu saya menuliskan HOT, itu berarti HOT memang... Disetiap kesempatan selalu, selalu dan selalu dan selaluuuu tidak pernah ketinggalan topik ini dalam setiap ajang diskusi. Jika 2 atau 3 orang berkumpul, pernikahan adalah topiknya. Capeee dehhhh...
Pembawaan saya yang rada tomboy (baca Preman), tampaknya mengusik rasa ingin tahu yang cukup dalam dari teman-teman terdekat saya. Jadi dikesempatan kali ini saya bagi aku dan pikiranku tentang pernikahan. Saya mungkin orang yang tidak terlalu menunjukkan perasaan, tapi ini bukan berarti saya tidak berperasaan. Bukan berarti saya tidak punya mimpi dan bukan berarti saya tidak mau menikah. Masalahnya mungkin soal waktu.. jadi kalo ada yang nanya : kenapa belum menikah hen? jawabannya so simple "Belum ada yang lamar.!!" Jadi HENTIKAN tatapan mata yang seolah MENGHAKIMI saya tidak normal. Grrrrr.
Saya ingin menikah di gereja bengkulu. Gereja ini memiliki arti tersendiri buat saya. Saya dibabtis menjadi kristen ketika masih bayi digereja ini, saya tardidi (sah menjadi anggota gereja) di gereja ini dsb. Dan saya juga ingin sekali menikah di gereja ini, Gereja HKBP Jitra Bengkulu. Soal resepsinya terserahlah. Oh yah, soal resepsi saya agak susah membayangkan karena berarti banyak orang dan identik dengan repot. Sedangkan saya BENCI kerepotan, so saya hanya membayangkan peresmiannya saja. *nyengir (berarti adat adat juga diluar angan2 saya). Mungkin gambaran dekorasi ruangannya seperti terlihat di atas kali yah. hehehe
Gaun pernikahan. Okeyyy.. sebagai informasi saya suka Kebaya. Tapi suka dan memakai adalah 2 hal yang berbeda. Saya rasa saya bukan tipe wanita yang mampu mengenakan kebaya dan segala pernak perniknya. Oh god... rasanya Henny dan Konde bukanlah perpaduan yang serasi. Wkwkwkwk. bayangan saya mengenai gaun pernikahan mungkin seperti ini (*khayalan tidak berbanding lurus dengan kesadaran akan bentuk tubuh yah.. wkwkwk).
Undangan pernikahan saya suka yang simple. Mungkin bentuknya seperti ini. heheheh. Wew.. mendadak kok saya dag dig dug yah. rasanya seperti akan menikah betulan. hahaha
Cincin nikah. Katanya cincin nikah ga boleh ada matanya. harus polos biar langgeng. terserahlah. Tapi kalo sesuai angan-angan saya sih saya pengennya yang begini. heheheh.
Calon suami. Hmmmmm.. Ini dia bagian paling penting. Saya suka pria minimal diatas saya 3 tahun. Suku sebenarnya ga masalah, tapi saya HARUS menikah dengan orang batak. Saya suka orang batak dan saya cinta batak. Saya suka pria yang cerdas dan pekerja keras. Semakin membingungkan semakin bagus. Saya suka laki-laki yang pendiam dan serius, sedikit pemalu dan kuper mungkin. Tinggi kurang lebih 170an lah, soalnya saya kan pendek. wkwkw. Saya suka pria-pria sedikit berisi. Btw, Saya juga mengagumi pria-pria bangun pagi dan tidur larut malam. Saya suka dengan laki-laki yang bisa bawa kendaraan dan tidak habis pikir dengan laki-laki yang tidak bisa membawa satu pun. Soal harta dan kekayaan, bah saya lebih suka segalanya dikumpulkan secara bersama-sama. Kristen itu pasti, karena agak susah berpijak diatas 2 kapal. Saya suka pria yang tegas, tahu apa yang dia inginkan dan mampu membuat saya tunduk dengan cara halus.
Well.. saya pikir segitu dululah yah. Oh yah saya suka menikah di hari ulang tahun saya. So, 17 November 2010 kayaknya boleh juga. haha
gambar diambil dari sini :
http://gambar.iklanmax.com/20081211/195643/jasa-buat-pola-dan-jasa-pembuatan-gaun.jpg
https://angeleyes-emporium.com/images/ETTR001y.jpg
http://feelfreetoexpress.files.wordpress.com/2009/09/church-decoration-31.jpg
http://id.media2.88db.com/DB88UploadFiles/2008/02/15/8D3BD2C0-8A15-4B5D-BEC2-7DE437D2C23C.jpg
Saat saya menuliskan ini perutku masih melilit karena keracunan makanan yang menyebabkan diare sekaligus menghajar maagku selama 4 hari. Selama terbaring sakit, otakku tak bisa berhenti berpikir. Jujur saja, 3 bulan terakhir nama tengahku adalah “reuni” saking banyaknya reuni-reuni yang kuikuti. Bahkan ada yang beberapa kali reuni dari 1 komunitas dalam rentang waktu yg cukup dekat.
Pertama-tama saya tidak menyadari kejanggalan dari suatu reuni. Namun karena kejadiannya berulang-ulang maka otakku ini tidak bisa lagi diajak kompromi untuk berhenti mengamati dan menganalisa. Ada yang janggal, ada yang tidak sreg disetiap reuni. Selalu saja saya hanya bertemu orang-orang yang cukup penghasilan untuk membiayai dirinya atau dalam tanda kutip “sukses”. Diantara mereka ada yang menjadi reporter, kerja di kantor kementerian, ada yang sudah menduduki posisi manager, ada yang menjadi owner, team leader di suatu perusahaan IT, istri seorang pejabat, bekerja di perkebunan, kontraktor dan banyak lagi. Tapi tak jarang dari reuni-reuni itu pula lah mengalir cerita-cerita tragis tentang seorang teman.
Sebut saja seorang teman wanita saya teman bermain karet (tali/ ye-ye) yang beberapa tahun kemudian sangat memillukan hati saya karena dia mengakhiri hidupnya dengan meminum cairan insektisida. Diusia yang masih sangat belia saya tidak begitu memahami, hanya terkejut saja dan menyimpan peristiwa tersebut dalam hati. Sekarang disini di tahun 2009 kenangan itu terangkai kembali.
Siapa menyangka teman saya bermain tali meninggal secara mengenaskan, teman yang duduk di belakang bangku saya dipenjara, teman bergosip saya melahirkan tanpa ayah, ada yang menjadi buruh dengan upah sangat kecil untuk menghidupi keluarganya sehingga untuk membeli batagor seharga Rp 5.000,- pun dia tidak sanggup, bahkan ada yang saya masukkan dalam kategori melarat padahal jelas-jelas dia dulu adalah anak pejabat. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah saya temui dalam reuni-reuni saya. Padahal mereka juga mewarnai kisah indah masa kecil saya. Anak kecil dengan banyak mimpi, tawa yang lepas dan belum mengerti tajamnya duri kehidupan.
Rasanya tidak mungkin pria yang sangat lucu itu bisa melukai orang lain, keadaan apa yang menyebabkan temanku memutuskan mencuri di suatu toserba, peristiwa apa yang membuat sahabatku mencoba narkoba, apa yang dirasakan temanku ketika harus melahirkan tanpa ayah, dan bagaimana sakitnya sahabatku ketika malam pertama dibalik jeruji besi dsb. Dibalik tubuh yang berusia 26 tahun ini mungkin dalam diri mereka masih terperangkap jiwa anak berusia 8 tahun yang ketakutan menjadi dewasa dan dihajar habis-habisan oleh kenyataan hidup.
Melihat mereka, Saya terluka…
bersambung..
Gambar diambil dari sini
Tulisan ini saya buat ketika baru saja pulang dari tukang bubur dekat rumah dengan perasaan yang masih galau. Pembicaraan ringan sambil menunggu bubur dihangatkan dengan seorang pria berusia 21 tahun, status menikah dan memiliki seorang anak.
Awalnya basa basi dengan "sendirian aja mba?" yang hanya saya jawab dengan senyuman yang tentu saja tak menjawab apapun. Soalnya rada malas basa basi. Saya ga ngerti apakah wajah saya (*yang ingin sekali saya tulis beraroma indo sayangnya saya batak asli, hehe) memang memiliki daya tarik untuk dijadikan tempat curhat. Mulailah dia bercerita tentang istri, anak dan penghasilannya yang tidak mencukupi selama sebulan. Toh saya hanya mengangguk-angguk saja sambil memperhatikan bubur yang kok ga panas-panas yah.
Setelah curhat si mas menasehati saya "ga usah buru-buru nikah mba.." yang saya jawab dalam hati yayayaya.. Lha wong dia 21 tahun pria sedangkan saya adalah seorang perempuan dewasa (catat ; DEWASA dan jomblo.. halahhh) yang sebentar lagi berusia ke 26, apaaa?? Ga usah buru-buru???. Tapi saya tetap hanya menjawab dengan senyuman sambil melirik curiga ke arah kompor jangan-jangan apinya ga nyala.
Tanduk saya mulai keluar ketika dia bertanya saya agama apa dan mulai berbicara soal agama dan segala hal yang sedang sensitif di negara ini. Pandangan-pandangan sempit yang sering saya dengar namun tidak pernah saya suarakan. Maklum, saya bukan pengamat politik, bukan pemuka agama dan bukan orang yang idealis meski berprinsip. Itu jelasss.. saya kan bukan air, jadi ga mungkin menjalani hidup dengan mengalir apalagi sampai melawan arus. Saya kan nda gila..
Saya dan si mas bubur (saya ganti kata tukang yah) memiliki agama yang berbeda. Tapi ada hal yang ingin saya tekankan disini. Ada begitu banyak agama di dunia ini dan setiap orang meyakini bahwa agamanya yang benar. Bagaimana kita bisa tahu bahwa agama kita yang benar dan agama orang lain adalah salah? Toh ada waktunya nanti kita akan tahu. Jadi tidak ada alasan, sama sekali TIDAK ADA ALASAN bagi setiap orang untuk menyakiti atau menyerang agama lain. Saya pikir semua agama baik. Kalo soal KEYAKINAN itu kan ibaratnya "masalah lo, ini kan hidup lo". Oh come on. Grrrrr.
Saya putus asa dengan orang-orang yang yang membanding-bandingkan (baca : menjelek-jelekkan) banyak agama, mengungkapkan ke email-email bahkan posting ke tempat-tempat yang mudah di akses sehingga membuat resah dan menyakiti penganut lain. Hellooo...
Sekali lagi, saya bukan orang jenius. Bahkan saya ga tau kenapa india dan china tidak masuk top 10 produksi dunia padahal mereka jelas-jelas punya banyak reaktor (btw, apa win jawabannya, heheh??). Mungkin saya hanya sekedar gadis kapanlagi.com yang lebih memperhatikan perkembangan artis-artis dan gosip tanah air ketimbang perkembangan ilmu pengetahuan alam. Tapi saya suka mengganti status FB tiap 5 menit. (apa iniii, melenceng.. melenceng...)
Baiklah.. Mari kita belajar untuk menyampaikan pendapat lebih bijak. Memilih tempat dan memilih kata-kata.. Toh ga ada kok yang harus diperdebatkan. Karena urusan agama saya pikir bersumbu vertikal, jadi ke atas, mengarah ke Tuhan (bener ga sih?? atau horizontal yang ke atas. Gimana sih saya ini, Begini aja kok bisa lupa toh yo.. ).
Jadi mas... sebelum ngurusin saya, ngomong-ngomong udah ada untuk beli susu anakmu belum??. Dan SELAMATTTT..anda baru kehilangan seorang pelanggan malam ini. gambar diambil disini
1. Ketika Newsletter terlambat dari schedule
2. Ketika semua pekerjaan direspon dengan LAMBAT
3. Ketika tidak ada energi untuk bangun
4. Ketika tidak bisa tidur sampai subuh
5. Ketika sudah tidak bisa lagi tertawa
6. ketika kekecewaan mengambil alih rasional
7. Ketika kemarahan masih bertumpuk
8. Ketika kemunafikan memaksa setiap hari
9. Ketika mulai mencari ice cream setiap hari
10. Ketika tidak ada nafsu untuk makan
11. Ketika melihat GOT pinggir jalan dan merasa itu adalah tempat yang nyaman untuk tidur
12. Ketika mulai memikirkan seandainya besok kiamat
13. Ketika berharap ketika bangun sudah berada di surga sambil memeluk uang THR
14. Ketika menjadi cepat marah
15. Ketika mulai membenci seseorang eh dua orang ding
16. Ketika tidak habis pikir kenapa ada orang tersenyum di depan tapi memaki di belakang.
17. Ketika tidak habis pikir dengan orang yang memakan kue yang kuberikan tapi dengan semangat menebarkan kebencian dengan banyak orang
Ketika dan ketika... Butuh tidur. Zzzzzzzzz
Gambar diambili disini
5:1 Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur.
5:2 Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.
5:3 Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu.
5:4 Apakah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang
belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur
yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?
5:5 Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak
Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya,
sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun
itu diinjak-injak;
5:6 Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya.
5:7 Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.
5:8 Celakalah mereka yang menyerobot rumah demi rumah dan mencekau ladang demi ladang, sehingga tidak ada lagi tempat bagi orang lain dan hanya kamu sendiri yang tinggal di dalam negeri!
5:9 Di telingaku terdengar firman TUHAN semesta alam: "Sesungguhnya banyak rumah akan menjadi sunyi sepi; rumah-rumah yang besar dan yang baik tidak akan ada penghuninya.
5:10 Sebab kebun anggur yang luasnya sepuluh hari membajak akan menghasilkan hanya satu bat anggur; dan satu homer benih akan menghasilkan hanya satu efa gandum."
5:11 Celakalah mereka yang bangun pagi-pagi dan terus mencari minuman keras, dan duduk-duduk sampai malam hari, sedang badannya dihangatkan anggur!
5:12 Kecapi dan gambus, rebana dan suling, serta anggur terdapat dalam perjamuan-perjamuan mereka, tetapi perbuatan TUHAN tidak dipandangnya dan pekerjaan TUHAN tidak dilihatnya.
5:13 Sebab itu umat-Ku harus pergi ke dalam pembuangan, oleh sebab mereka tidak mengerti apa-apa; orang-orang yang mulia akan mati kelaparan, dan khalayak ramai akan menderita kehausan.
5:14 Sebab itu dunia orang mati akan membuka kerongkongannya lapang-lapang dan akan mengangakan mulutnya lebar-lebar dengan tiada terhingga, sehingga lenyap ke dalamnya segala kesemarakan dan keramaian Yerusalem, segala kegaduhannya dan orang-orang yang bersukaria di kota itu.
5:15 Maka manusia akan ditundukkan, dan orang akan direndahkan, ya, orang-orang sombong akan direndahkan.
5:16 Tetapi TUHAN semesta alam akan ternyata maha tinggi dalam keadilan-Nya, dan Allah yang maha kudus akan menyatakan kekudusan-Nya dalam kebenaran-Nya.
5:17 Maka domba-domba akan makan rumput di situ seperti di padangnya sendiri dan kambing-kambing akan mencari makan dalam reruntuhan gedung-gedung orang kaya.
5:18 Celakalah mereka yang memancing kesalahan dengan tali kedustaan dan dosa seperti dengan tali gerobak,
5:19 yang berkata: "Baiklah Allah lekas-lekas dan cepat-cepat melakukan tindakan-Nya, supaya kita lihat; dan baiklah keputusan Yang Mahakudus, Allah Israel, datang mendekat, supaya kita tahu."
5:20 Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit.
Gambar diambil dari sini
Salah satu buku yang pernah saya baca mengatakan bahwa : Tidak ada kritik yang membangun, semua kritik menjatuhkan. Pujian akan jauh lebih menunjukkan hasil. Buku ini sekaligus menjadi titik balik dalam hidup saya dalam usaha saya untuk menghargai hasil kerja orang lain apapun hasilnya.
Saya lahir dan besar dalam salah satu kebudayaan yang kental. kebudayaan yang keras dalam mendidik anak-anaknya untuk menghargai leluhur, orang tua, besan dll. Budaya yang juga mengajarkan bahwa katakan YA bila YA dan katakan TIDAK bila TIDAK, tapi jangan bicara yang tidak-tidak. Efek Positifnya, kami dikenal suku yang TEGUH dalam pendirian, tidak plin plan bahkan cenderung keras. Permasalahannya adalah, bagaimana berkata TIDAK dikala orang banyak berkata YA? dan bagaimana mengatakan TIDAK tanpa menyakiti orang-orang yang berkata YA?
PERSEPSI adalah 1 masalah besar yang menentukan sikap seseorang saat menghadapi masalah. ini adalah hal yang DIKETAHUI banyak orang, tapi tidak DIPAHAMI. PERSEPSI dipengaruhi oleh faktor budaya, pengetahuan, umur dll. Jadi amatlah mustahil jika mampu menyeragamkan persepsi. Wong orang latar belakangnya berbeda-beda kok. Tapi MENGAPA banyak orang ingin memaksakan pendapatnya karena menganggap yang paling baik?
Menjadi seorang pemimpin adalah pekerjaan yang sangat sulit. Jika dia memimpin 100 orang, maka dia pun harus menghadapi 100 kepala, dan juga berarti 100 PERSEPSI. Tidak mudah untuk menyatukan persepsi dan tidak ada gunanya menyeragamkan persepsi, itu adalah pekerjaan sia-sia. Tapi bagaimana membuat persepsi yang berbeda-beda menjadi 1 kekuatan, itu yang harus dipelajari.
Saya ambil contoh saja, ketika TUHAN YESUS hadir pada saat seorang PELACUR akan dilempari batu dan berkata (intinya saja yah..karena nda hapal aku) siapa yang merasa tidak berdosa boleh melempar (batu) duluan. Dan pada akhirnya tidak ada yang melempar batu. Kami kaum Nasrani dididik kesimpulan dari cerita ini adalah KASIH TUHAN YESUS yang tidak menghakimi meskipun wanita itu adalah seorang pelacur. Apakah semua nya berpikir hal yang sama? mungkin tidak hal ini berarti YESUS melegalkan pelacuran? Salah kalo saya berpikir begitu? Tentu saja tidak, selama saya tidak menyuarakan pendapat saya ditengah kebaktian minggu. Berteriak dengan sura lantang ditengah-tengah ibadah pada saat pendeta sedang memberikan khotbah misalnya. Selama saya hanya mengutarakan pikiran saya di tempat yang tepat, misalnya diskusi antar sepupu yah ga masalah...
Ini adalah INTINYA. Berbeda persepsi adalah hal yang wajar. Tapi menyuarakan persepsi itu ada aturannya. Lihat siapa yang harus kita hadapi. Apakah teman, pimpinan, jemaat atau kelompok. Kita tidak dilarang untuk berbeda pendapat, tapi kita dilarang untuk membuat rusuh karena ada hukum yang berlaku. Jika anda ingin menyampaikan persepsi yang berbeda, sampaikan dengan hormat. Gunakan cara-cara yang simpatik dan hargai jabatan orang lain. Seorang pimpinan tidak bisa hanya memuaskan sekelompok orang. Karena PUAS adalah masalah emosi yang tidak bisa diukur. Tapi seorang pimpinan harus mengambil keputusan berdasarkan bukti dan fakta. Tidak bisa jika seorang dipecat karena si A tidak suka. Atau gosip yang beredar si A begini atau begitu. Buktinya mana..?Dan orang tidak mungkin dipecat hanya berdasarkan PERSEPSI. Misalnya jika si A dan si B dinyatakan menikah, yah karena ada saksi nikah nya atau pun karena ada surat nikahnya. Bukan karena PERSEPSI si A dan B pasti sudah nikah karena "kulihat gandeng-gandengan aja sepanjang hari macam kutu." Apaaa ini!! See..??
Jangan bicara KASIH untuk orang yang nun jauh disana. Jangan dulu bicara soal sembako yang mau dibagi-bagikan untuk orang asing di bawah jembatan sana, jika orang disekeliling kamu, kamu terlantarkan. Saya kecewa karena orang yang berpendidikan menunjukkan cara yang tidak simpatik dalam menunjukkan perbedaan pendapat. Ada caranya kita memperlakukan orang tua, kakek, nenek, apalagi seorang PENDETA. Ini bukan gereja milik saya atau anda. Ini Gereja milik TUHAN. Jadi apabila ada masukan, kritikan dsb gunakanlah cara-cara yang wajar. Karena bagaimana pun itu bukan MILIK PRIBADI. Jangan menyuarakan atas nama semua orang jika itu hanya pendapat anda sendiri atau segelintir orang. Dan senyuman yang tulus jauh lebih menunjukkan hasil daripada sms yang tidak jelas atau pun surat-surat berisi kritikan yang menyakitkan hati.
Satu hal yang harus diyakini, tidak ada seorang pun yang lahir karena ketersia-sia an. Semuanya sudah menjadi bagian dalam RENCANA TUHAN. SETUJU atau TIDAK SETUJU dalam 1 hal, SUKA atau pun TIDAK SUKA, semuanya adalah masalah persepsi. Tapi saya yakin kita semua cukup dewasa untuk mengungkapkan perbedaan pemikiran kita.
Bagaimana dengan acara secangkir teh hangat, mengupas sebiji apel dan membaginya menjadi 5 potong agar semua bisa mencicip dan membahas soal perbedaan pendapat..??
Tapi sekali lagi, tidak semua orang tua cukup dewasa. Dan mungkin bagi sebagian orang mengirim sms atau surat kritikan tanpa pengirim menunjukkan kedewasaan daripada secangkir teh hangat. Toh pada akhirnya..saya pun tidak bisa memaksakan persepsi saya soal KEDEWASAAN...
Gambar diambil dari sini
Judul : The Devil And Miss Prym (Iblis Dan Miss Prym)
Penulis : Paulo Coelho
Harga : Rp 34.500, 00
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
The Devil and Miss Prym adalah buku ketiga trilogy And on the Seventh Day. Dua buku sebelumnya adalah : By the River Piedra I Sat Down and Wept (1994) Dan Veronika Decides to Die (1998). Ketiga buku ini menceritakan satu minggu dalam kehidupan manusia, yang sekonyong-konyong menemukan diri mereka dihadapkan pada cinta, kematian dan kekuasaan. Ketika tanpa disangka-sangka, kehidupan justru menyodorkan kepada kita tantangan untuk menguji keberanian dan kemauan kita untuk berubah.
Kisah dimulai di suatu kota Viscos dengan penduduk yang terlihat ramah, tolong menolong, damai dsb. Namun awalnya kota ini adalah surga para penjahat, perampok, pelacur bahkan pembunuh. Ahab adalah yang paling jahat di antara mereka semua dan yang menguasai seluruh desa dan wilayah sekitarnya. Pada suatu hari St. Savin yang selama ini tinggal di gua (mengasingkan diri), datang ke rumah Ahab dan memohon agar diperbolehkan menginap. Ahab tertawa dan berkata, ‘Kau tahu bukan, Aku ini pembunuh yang telah sering menggorok leher orang dan nyawamu sama sekali tidak berharga bagiku. Tetapi Savin berkata bahwa ia sudah bosan hidup di gua. Ahab tidak ingin reputasinya disamakan seperti Savin (=lemah). Ahab bertekad membunuh Savin malam itu juga. Ahab dan Savin bercakap-cakap sepanjang malam namun Ahab tidak percaya kalo BAIK itu ada. Pada saat Savin tidur, Ahab mengasah pisaunya. Namun Savin tetap tidur nyenyak. Keesokan paginya Savin menemukan Ahab menangis disisinya. Ahab berkata baru kali ini ada orang yang berani tidur disisinya dan tidak menghakiminya. Sejak itu Ahab menjadi Nasrani. Itulah awal kebaikan bagi penduduk Viscos.
Suatu hari datang orang asing ke Viscos. Orang asing ini ingin pun ingin membuktikan bahwa BAIK tidak ada. Yang ada hanya si Jahat. Orang asing ini telah kehilangan istri dan anaknya yang dibunuh oleh para penyandera. Dan pada saat dia datang dengan pasukan polisi untuk emnyelamatkan anak dan istrinya mereka semua telah dibunuh oleh penyandera lalu para penyandera ini pun bunuh diri. Orang Asing ini memilih Chantal (salah seorang gadis penduduk desa Viscos yang bosan dengan kemonotonan kehidupan di Viscos) untuk “berjudi”. Dia meminta Chantal untuk mengatakan pada penduduk desa agar melanggar perintah hukum Taurat “Jangan Membunuh”. Jika dalam 1 minggu seseorang di desa ini ditemukan tewas (bisa saja seorang laki-laki yang sekarat, cacat mental ataupun tidak berguna, korbannya tidak penting- maka orang asing ini akan menghadiahkan emas yang sangat banyak. Emas-emas itu ditunjukkan kepada Chantal. Emas-emas ini bias digunakan untuk membangun Viscos.
Orang asing hanya ingin membuktikan bahwa semua orang pada adalah JAHAT. Dan dia ingin mempercayai bahwa semua orang memiliki kecenderungan untuk membunuh. Buku ini sangat menarik, terutama dibagian Chantal memberikan pengumuman kepada penduduk desa bahwa mereka harus membunuh salah satu penduduk Viscos (yang dinilai sudah tidak berguna) secara bersama-sama dan akan mendapatkan Emas yang sangat banyak sebagai hadiahnya. Dalam buku ini kita dapat melihat sifat dasar manusia dimana pada saat kondisi tidak berdaya mereka cenderung menyalahkan orang lain. Siapa yang mereka putuskan untuk dibunuh? Apakah Pastor Viscos merestui tindakan ini terjadi di desa mereka? Dan bagaimana reaksi korban pada saat tahu bahwa ia yang dipilih menjadi korban tragedy ini semuanya bisa dibaca dalam buku ini.
Pada akhirnya tantangan itu tidak menunggu. Hidup tidak menoleh ke belakang. Dan satu minggu lebih dari cukup bagi kita untuk memutuskan apakah kita akan menerima takdir kita atau tidak.