The Devil And miss Prym
Judul : The Devil And Miss Prym (Iblis Dan Miss Prym)
Penulis : Paulo Coelho
Harga : Rp 34.500, 00
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
The Devil and Miss Prym adalah buku ketiga trilogy And on the Seventh Day. Dua buku sebelumnya adalah : By the River Piedra I Sat Down and Wept (1994) Dan Veronika Decides to Die (1998). Ketiga buku ini menceritakan satu minggu dalam kehidupan manusia, yang sekonyong-konyong menemukan diri mereka dihadapkan pada cinta, kematian dan kekuasaan. Ketika tanpa disangka-sangka, kehidupan justru menyodorkan kepada kita tantangan untuk menguji keberanian dan kemauan kita untuk berubah.
Kisah dimulai di suatu kota Viscos dengan penduduk yang terlihat ramah, tolong menolong, damai dsb. Namun awalnya kota ini adalah surga para penjahat, perampok, pelacur bahkan pembunuh. Ahab adalah yang paling jahat di antara mereka semua dan yang menguasai seluruh desa dan wilayah sekitarnya. Pada suatu hari St. Savin yang selama ini tinggal di gua (mengasingkan diri), datang ke rumah Ahab dan memohon agar diperbolehkan menginap. Ahab tertawa dan berkata, ‘Kau tahu bukan, Aku ini pembunuh yang telah sering menggorok leher orang dan nyawamu sama sekali tidak berharga bagiku. Tetapi Savin berkata bahwa ia sudah bosan hidup di gua. Ahab tidak ingin reputasinya disamakan seperti Savin (=lemah). Ahab bertekad membunuh Savin malam itu juga. Ahab dan Savin bercakap-cakap sepanjang malam namun Ahab tidak percaya kalo BAIK itu ada. Pada saat Savin tidur, Ahab mengasah pisaunya. Namun Savin tetap tidur nyenyak. Keesokan paginya Savin menemukan Ahab menangis disisinya. Ahab berkata baru kali ini ada orang yang berani tidur disisinya dan tidak menghakiminya. Sejak itu Ahab menjadi Nasrani. Itulah awal kebaikan bagi penduduk Viscos.
Suatu hari datang orang asing ke Viscos. Orang asing ini ingin pun ingin membuktikan bahwa BAIK tidak ada. Yang ada hanya si Jahat. Orang asing ini telah kehilangan istri dan anaknya yang dibunuh oleh para penyandera. Dan pada saat dia datang dengan pasukan polisi untuk emnyelamatkan anak dan istrinya mereka semua telah dibunuh oleh penyandera lalu para penyandera ini pun bunuh diri. Orang Asing ini memilih Chantal (salah seorang gadis penduduk desa Viscos yang bosan dengan kemonotonan kehidupan di Viscos) untuk “berjudi”. Dia meminta Chantal untuk mengatakan pada penduduk desa agar melanggar perintah hukum Taurat “Jangan Membunuh”. Jika dalam 1 minggu seseorang di desa ini ditemukan tewas (bisa saja seorang laki-laki yang sekarat, cacat mental ataupun tidak berguna, korbannya tidak penting- maka orang asing ini akan menghadiahkan emas yang sangat banyak. Emas-emas itu ditunjukkan kepada Chantal. Emas-emas ini bias digunakan untuk membangun Viscos.
Orang asing hanya ingin membuktikan bahwa semua orang pada adalah JAHAT. Dan dia ingin mempercayai bahwa semua orang memiliki kecenderungan untuk membunuh. Buku ini sangat menarik, terutama dibagian Chantal memberikan pengumuman kepada penduduk desa bahwa mereka harus membunuh salah satu penduduk Viscos (yang dinilai sudah tidak berguna) secara bersama-sama dan akan mendapatkan Emas yang sangat banyak sebagai hadiahnya. Dalam buku ini kita dapat melihat sifat dasar manusia dimana pada saat kondisi tidak berdaya mereka cenderung menyalahkan orang lain. Siapa yang mereka putuskan untuk dibunuh? Apakah Pastor Viscos merestui tindakan ini terjadi di desa mereka? Dan bagaimana reaksi korban pada saat tahu bahwa ia yang dipilih menjadi korban tragedy ini semuanya bisa dibaca dalam buku ini.
Pada akhirnya tantangan itu tidak menunggu. Hidup tidak menoleh ke belakang. Dan satu minggu lebih dari cukup bagi kita untuk memutuskan apakah kita akan menerima takdir kita atau tidak.